Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Pemerintah Swiss Melaporkan Adanya Temuan Kasus Pertama yang di Duga Varian Omicron

Jakarta -  Swiss mendeteksi kasus pertama yang diduga merupakan varian Omicron dari COVID-19. Kasus ini memiliki riwayat perjalanan dari Afrika Selatan. "Kasus tersebut berkaitan dengan seseorang yang kembali ke Swiss dari Afrika Selatan sekitar seminggu yang lalu," kata Kantor Federal untuk Kesehatan Masyarakat Swiss dikutip dari Reuters, Selasa (30/11). Untuk memastikan apakah kasus ini merupakan varian Omicron , pengujian lanjutan terus dilakukan. Hasilnya diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan. Swiss kini memerintahkan para pelancong dari 19 negara harus menunjukkan tes negatif COVID-19. Mereka juga harus dikarantina selama 10 hari begitu tiba di Swiss. Beberapa daftar 19 negara itu termasuk Australia, Denmark, Inggris, Republik Ceko, Afrika Selatan dan Israel. Sebelumnya, Swiss menghadapi gelombang kelima COVID-19. Kasus harian corona di Swiss meningkat empat kali lipat dalam sebulan. Penularan COVID-19 di Swiss kini lebih banyak menginfeksi anak muda. Meski be...

Kasus yang Sedang Viral di Bandara Soekarno Hatta yang Menyakut Nama TNI, Jenderal Andika Perkasa Perintahkan PM Telusuri Kasus Tersebut

Jakarta -  Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat suara terkait Politikus PDIP Arteria Dahlan yang terlibat cekcok dengan wanita mengaku anak jenderal TNI advertisement di Bandara Soekarno-Hatta. Jenderal Andika mengatakan, telah memerintahkan Komandan Polisi Militer (PM) TNI untuk memeriksa kasus tersebut. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polresta Bandara Soekarno Hatta. "Bahwa kita telusuri pihak-pihak yang ada di video clip itu dan Komandan PM tadi malam juga sudah melakukan penelusuran dan tadi sudah berkoordinasi dengan Polresta Bandara Soekarno-Hatta," kata Andika di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/11). Menurut Andika, kasus tersebut masuk dalam ranah hukum warga sipil bukan anggota TNI. Untuk itu, penyelesaiannya word play here dilakukan secara hukum sipil. "Tapikan wewenang kami itukan anggota militer, kalau secara proses secara hukum sipil," tandasnya. Cekcok antara Arteria Dahlan dengan wanita yang mengaku anak jenderal terjadi pada Minggu...

Serang BOM Terjadi Lagi di Afghanistan Tepatnya di Kota Kabul, 2 Warga Tewas dan 5 Lainnya Terluka

Kabul -  Sedikitnya dua orang tewas dan lima lainnya terluka dalam ledakan bom yang menghantam minibus di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Rabu, menurut keterangan pejabat. Ini merupakan ledakan terbaru di Kabul yang diklaim kelompok teroris ISIS. Ledakan tersebut menghancurkan kendaraan di Dasht-e-Barchi, kata seorang pejabat Taliban kepada AFP, di pinggiran kota yang didominasi minoritas Syiah Hazara. "Informasi awal kami menunjukkan bom tersebut terhubung dengan sebuah minibus. Kami telah meluncurkan penyelidikan," jelasnya, dikutip dari laman France 24, Kamis (18/11). Pejabat Taliban berbeda menyebut angka korban jiwa yang berbeda. Seorang staf AFP berada dekat TKP ketika bom meledak. "Saya mendengar ledakan besar, ketika saya lihat sekeliling, sebuah minibus dan sebuah taksi terbakar," jelasnya. "Saya juga melihat ambulans bergegas ke TKP untuk membawa orang yang terluka dan tewas ke rumah sakit." ISIS Khorasan (ISIS-K) mengklaim bertanggung jawab a...

Ungkapan Eks Mantan Menteri Keuangan Afghanistan yang Mengatakan Jatuhnya Afghanistan Akibat Ulah Para Pejabat Korup

Jakarta -  Mantan menteri keuangan Afghanistan menyalahkan ulah para pejabat korup yang menciptakan "bala tentara hantu" dan menerima bayaran dari Taliban sehingga pemerintah dengan cepat dapat digulingkan. Khalid Payenda berkata kepada BBC bahwa sebagian besar dari 300.000 serdadu dan polisi dalam daftar pemerintah sebenarnya tidak pernah ada. Ia mengatakan " personel hantu " itu ditambahkan ke daftar resmi supaya gaji mereka bisa masuk ke kantong para jenderal. Taliban menguasai Afghanistan dengan cepat pada Agustus lalu, menyusul penarikan pasukan AS angkat kaki setelah 20 tahun di negara itu. Payenda, yang mengundurkan diri dan meninggalkan Afghanistan saat kelompok Islamis itu mulai maju, berkata bahwa catatan yang menunjukkan bahwa jumlah pasukan keamanan lebih banyak dari Taliban adalah keliru. "Cara penghitungannya, Anda bertanya pada pemimpin di provinsi itu berapa banyak orang [pasukan] yang kamu punya dan berdasarkan jumlah itu Anda dapat menghitung ...

Inggris Menjadi Negara Pertama yang Menyetujui Penggunaan Pil Covid-19 Buatan Merck

Jakarta -  Pada Kamis (4/11), Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui pil anti infection untuk obat Covid-19 yang dikembangkan Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics. Badan Pengawas Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) merekomendasikan obat tersebut, molnupiravir, digunakan untuk orang yang mengalami gejala ringan dan sedang Covid-19 dan setidaknya memiliki satu faktor risiko mengalami Covid yang parah seperti obesitas, diabetic issues, dan penyakit jantung. Mengacu pada data klinis, MHRA menyampaikan, obat tersebut akan diberikan segera setelah pasien dites positif Covid dan dalam waktu lima hari sejak timbulnya gejala. Lampu hijau ini pertama kali diberikan untuk obat antivirus oral untuk mengobati Covid-19 dan pertama kalinya obat Covid akan diberikan secara luas di tengah masyarakat. Para penasihat AS akan menggelar rapat pada 30 November mendatang untuk meninjau data keamanan dan kemanjuran obat tersebut dan memilih apakah molnupiravir harus dibe...