Serang BOM Terjadi Lagi di Afghanistan Tepatnya di Kota Kabul, 2 Warga Tewas dan 5 Lainnya Terluka
Kabul - Sedikitnya dua orang tewas dan lima lainnya terluka dalam ledakan bom yang menghantam minibus di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Rabu, menurut keterangan pejabat. Ini merupakan ledakan terbaru di Kabul yang diklaim kelompok teroris ISIS.
Ledakan tersebut menghancurkan kendaraan di Dasht-e-Barchi, kata seorang pejabat Taliban kepada AFP, di pinggiran kota yang didominasi minoritas Syiah Hazara.
"Informasi awal kami menunjukkan bom tersebut terhubung dengan sebuah minibus. Kami telah meluncurkan penyelidikan," jelasnya, dikutip dari laman France 24, Kamis (18/11).
Pejabat Taliban berbeda menyebut angka korban jiwa yang berbeda.
Seorang staf AFP berada dekat TKP ketika bom meledak.
"Saya mendengar ledakan besar, ketika saya lihat sekeliling, sebuah minibus dan sebuah taksi terbakar," jelasnya.
"Saya juga melihat ambulans bergegas ke TKP untuk membawa orang yang terluka dan tewas ke rumah sakit."
ISIS Khorasan (ISIS-K) mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, mengatakan di saluran Telegramnya dua ledakan terpisah "membunuh dan melukai lebih dari 20 orang murtad". ISIS menggunakan istilah itu untuk orang Syiah.
Pekan lalu, seorang jurnalis tewas dan sedikitnya empat orang lainnya terluka ketika bom menghancurkan sebuah minibus lainnya di lokasi yang sama, dalam sebuah serangan yang juga diklaim ISIS-K.
Ledakan tersebut menghancurkan kendaraan di Dasht-e-Barchi, kata seorang pejabat Taliban kepada AFP, di pinggiran kota yang didominasi minoritas Syiah Hazara.
"Informasi awal kami menunjukkan bom tersebut terhubung dengan sebuah minibus. Kami telah meluncurkan penyelidikan," jelasnya, dikutip dari laman France 24, Kamis (18/11).
Pejabat Taliban berbeda menyebut angka korban jiwa yang berbeda.
Seorang staf AFP berada dekat TKP ketika bom meledak.
"Saya mendengar ledakan besar, ketika saya lihat sekeliling, sebuah minibus dan sebuah taksi terbakar," jelasnya.
"Saya juga melihat ambulans bergegas ke TKP untuk membawa orang yang terluka dan tewas ke rumah sakit."
ISIS Khorasan (ISIS-K) mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, mengatakan di saluran Telegramnya dua ledakan terpisah "membunuh dan melukai lebih dari 20 orang murtad". ISIS menggunakan istilah itu untuk orang Syiah.
Pekan lalu, seorang jurnalis tewas dan sedikitnya empat orang lainnya terluka ketika bom menghancurkan sebuah minibus lainnya di lokasi yang sama, dalam sebuah serangan yang juga diklaim ISIS-K.
Komentar
Posting Komentar