Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Petugas BNN Bali Memusnahkan Ganja dan Sabu Pada Saat Hari Anti Narkoba Internasional

Bali -  Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali memusnahkan barang narkotika yang selama ini telah berhasil disita. "Untuk complete barang bukti pemusnahan ada 48.540,27 gram ganja dan sabu seberat 984,51 gram," kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dui Putra di Kantor BNNP Bali, Senin (28/6). Dia menerangkan, barang terlarang yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan perlawanan terharap peredaran narkoba. "Sebagai bentuk keprihatinan dan perlawanan, battle on drugs. Kita lakukan untuk mewujudkan Bali bersih dari narkoba yang sejalan dengan pola pembangunan pemerintah Provinsi Bali," imbuhnya. Salah satu barang bukti yang ikut dimusnahkan yaitu terkait pengungkapan jaringan narkoba lintas Provinsi dari Medan menuju Bali. "Pemusnahan barang bukti hari ini, salah satunya barang bukti hasil pengung...

Ketua YLKI Mengatakan Tidak Sepantasnya Sembako di Kenakan PPN, 1 Persen Pun Tak Layak

Jakarta -  Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menolak rencana pemerintah untuk mengenakan bahan pangan pokok atau sembako sebagai objek pajak pertambahan nilai (PPN). Bahkan, dengan besaran tarif 1 persen sekali pun. "Saya kira dari sisi etika memang kurang pantas atau bahkan tidak pantas kalau kemudian (sembako) dikenakan tarif PPN. 1 persen word play here tidak layak," kerasnya dalam diskusi online Polemik Trijaya, Sabtu (12/6). Sebab, menurut Tulus, efek dari pengenaan tarif PPN terhadap kelompok sembako akan menyebabkan terjadinya penyesuaian harga. Sehingga, dapat membebani masyarakat selaku konsumen. Padahal, saat ini, konsumen masih menanggung sejumlah permasalahan terkait sembako. Diantaranya tingginya biaya logistik hingga distribusi yang tidak merata. "Itu jadi beban yang berat bagi masyarakat dan kemudian memukul daya beli," bebernya. Maka dari itu, dia mendesak pemerintah untuk lebih fokus memperbaiki sistem logistik agar ...