"Senjata Adalah Satu-satu nya Pilihan Kami Untuk Bertahan Hidup"
Jakarta - Di sebuah kamp hutan rahasia di negara bagian Karen, wilayah timur Myanmar, seorang pelatih kebugaran dan warga sipil lainnya berlatih dengan gerilyawan etnis bersenjata untuk melawan balik militer, yang menggulingkan kekuasaan pemerintah sipil pada 1 Februari lalu. Meringkuk di bawah tenda-tenda darurat di perbukitan terpencil dekat perbatasan Thailand, para anggota baru ini belajar cara memuat senapan dan memasang detonator untuk bom rakitan saat mereka bersiap untuk bertempur melawan tentara. Reuters memiliki rekaman langka sejumlah pria dan perempuan muda yang menyatakan mereka keluar dari pekerjaan mereka di kota untuk menjadi pejuang gerilya, mengganti kaos bermerek dan baju warna-warni mereka dengan seragam tentara. Gambar dan video diambil pada bulan September. Seorang juru bicara pemerintah militer Myanmar tidak menanggapi permintaan komentar tentang kelompok itu dan pasukan pertahanan sipil lainnya di seluruh negeri. Beberapa anggota baru mengatakan mereka angk...