Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Para Ahli Virologi Memprediksi Akan Ada Gelombang ke 3 Bisa Saja Terjadi Pada Awal Tahun 2022

Jakarta -  Pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda berlalu. Bahkan virus asal Wuhan, China itu terus bermutasi. Ahli virologi, Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika, memprediksi potensi gelombang tiga virus Covid-19 bisa terjadi di Indonesia. Meskipun di beberapa negara angka kasus positif mulai menurun. "Kalau dari kasus iya pasti. Kalau situation itu pasti tetapi mudah-mudahan tidak ada gelombang ke-3 lagi untuk jumlah orang yang masuk rumah sakit, sehingga rumah sakit kewalahan dan orang yang meninggal dunia," jelas Kade Mahadrika dalam live BNPB, Kamis (30/9). Terkait peningkatan kasus positif, dia melihat ada pola yang sama saat terjadi lonjakan tahun lalu. Yakni pada Desember, Januari, Februari, hingga Juli. "Saya bahkan bisa prediksi itu, kalau pola tahun lalu maka letupan kembali saya prediksi bulan Januari-Februari 2022," katanya. Itu sebabnya, vaksinasi menjadi salah satu upaya menekan sebaran kasus. Sehingga rumah sakit agar tidak mengalami letupan seperti ...

KPK Menggelar Pendidikan dan Pelatihan Tentang Pembangunan Integritas Bangsa

Jakarta -  KPK menggelar pendidikan dan pelatihan tentang pembangunan integritas untuk penyelenggara negara. Hal ini merupakan program Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU INTEGRITAS). Ada empat set dalam program ini yang rencananya diikuti oleh para Kepala Kementerian/Lembaga (Menteri) dan Pejabat Eselon 1 dari 10 K/L sesuai dengan fokus location KPK tahun ini. Terdiri dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; Kelautan dan Perikanan; Hukum dan Hak Asasi Manusia; Keuangan; Perdagangan; Pertanian; Sosial, Kesehatan; Komisi Pemilihan Umum; serta Badan Pengawas Pemilihan Umum. Batch I sudah digelar oleh KPK. Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menjadi pembuka batch pertama pada awal Juni lalu. Pesertanya Menteri ESDM Arifin Tasrif dan jajaran beserta istri serta Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dan jajaran beserta istri. Pada kesempatan itu, Lili berharap kepada para peserta yang terdiri dari pimpinan dan pejabat eselon 1 tersebut agar bisa ...

Dua Petugas Nakes yang Hilang Paska Penyerangan Brutal KKB di Kiwirok Sudah Ditemukan, Satu Meninggal Dunia

Jayapura -  Jenazah Suster Gabriela Meilan (22) ditemukan tak bernyawa di kedalaman jurang. Suster Gabriela diketahui bersembunyi dari kejaran KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo bersama rekannya Suster Kristina Sampe Tonapa, saat aksi harsh KKB membakar Puskesmas Kiwirok di Pegunungan Bintang pada Senin (13/9). Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan Suster Gabriela ditemukan tak bernyawa. Sementara Suster Kristina ditemukan dengan luka memar dan luka tusuk pada bagian kepala hingga kaki. "Tiga hari sembunyi dari kejaran KKB. Keduanya ditemukan pada Rabu (15/9) sekitar pukul 16.30 WIT di kedalaman jurang. Keduanya sebelumnya dikabarkan hilang usai penyerangan KKB ke Distrik Kiwirok," kata Kamal, Kamis (16/9). Kamal bilang pukul 16.32 WIT, personel gabungan melakukan evakuasi Suster Kristina dari jurang dan selanjutnya korban dibawa ke Pos Pamtas 403/WP untuk mendapatkan perawatan medis. "Saat hendak evakuasi jenazah Gabriela sekitar pukul 19....

Keptusan Mahkamah Agung di Meksiko Tindakan Aborsi Tidak Melanggar Hukum

Jakarta -  Mahkamah Agung Meksiko memutuskan hukuman bagi pelaku aborsi tidak konstitusional. Keputusan ini diharapkan menjadi hal yang membolehkan aborsi. "Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi hak seluruh wanita di Meksiko," jelas Ketua Mahkamah Agung Arturo Zaldivar. Dilansir dari laman CNN , Rabu (8/9), keputusan MA ini bertentangan dengan aturan hukum di negara bagian Coahuila, yang mengancam wanita yang menjalani aborsi dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda. Berdasarkan Pasal 196 KUHP di Coahuila, baik wanita yang akan melakukan aborsi dan orang yang "menyebabkan dia untuk melakukan aborsi atas persetujuannya" bisa dikenai hukuman. Saya menentang preconception kepada mereka yang membuat keputusan ini [untuk melakukan aborsi] yang saya yakini sangat sulit untuk memulainya, karena beban moral dan sosial. Hal ini tidak seharusnya dibebankan oleh hukum. Tidak ada yang secara sukarela hamil dan kemudian berpikiran untuk melakukan aborsi, jelas Hakim A...

Seorang Anggota Teroris ISIS Berjuluk "The Beatles" Mengaku Pernah Pemenggal Sandera Warga AS

Jakarta -  Alexanda Kotey, pria keturunan Inggris yang merupakan anggota kelompok militan ISIS berjulukan 'The Beatles', mengaku bersalah atas delapan tuntutan pidana termasuk penyanderaan hingga tewas dan konspirasi dengan teroris. Kotey adalah salah satu dari dua anggota ISIS yang ditahan di Irak oleh militer Amerika Serikat sebelum akhirnya diterbangkan ke AS untuk menjalani persidangan atas dakwaan terorisme. Dikutip dari Reuters, Kotey didakwa melakukan pembunuhan terhadap sejumlah sandera AS dengan cara memenggal kepala korban. Pada Kamis (2/9), di hadapan Hakim T.S. Ellis pada persidangan di Virginia, AS, Kotey mengaku bersalah atas pembunuhan jurnalis AS James Foley dan Steven Sotloff serta relawan kemanusiaan Kayla Mueller dan Peter Kassig. Ada kemungkinan Kotey akan dijatuhkan hukuman mati, tetapi pihak berwenang AS mengatakan kepada pihak Inggris, para jaksa AS tidak akan menjatuhkan hukuman mati kepada Kotey. Hakim Ellis mengatakan, di bawah kesepakatan tentatif ant...