Pemerintah Swiss Melaporkan Adanya Temuan Kasus Pertama yang di Duga Varian Omicron

Jakarta - Swiss mendeteksi kasus pertama yang diduga merupakan varian Omicron dari COVID-19. Kasus ini memiliki riwayat perjalanan dari Afrika Selatan.

"Kasus tersebut berkaitan dengan seseorang yang kembali ke Swiss dari Afrika Selatan sekitar seminggu yang lalu," kata Kantor Federal untuk Kesehatan Masyarakat Swiss dikutip dari Reuters, Selasa (30/11).

Untuk memastikan apakah kasus ini merupakan varian Omicron, pengujian lanjutan terus dilakukan. Hasilnya diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Swiss kini memerintahkan para pelancong dari 19 negara harus menunjukkan tes negatif COVID-19. Mereka juga harus dikarantina selama 10 hari begitu tiba di Swiss.

Beberapa daftar 19 negara itu termasuk Australia, Denmark, Inggris, Republik Ceko, Afrika Selatan dan Israel.

Sebelumnya, Swiss menghadapi gelombang kelima COVID-19. Kasus harian corona di Swiss meningkat empat kali lipat dalam sebulan.

Penularan COVID-19 di Swiss kini lebih banyak menginfeksi anak muda. Meski begitu, pemerintah tetap khawatir karena banyak lansia belum menerima vaksinasi.

Tercatat hingga pertengahan November 65 persen populasi di Swiss menerima vaksinasi lengkap. Pemerintah berharap program vaksinasi terus dipercepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Ahli Virologi Memprediksi Akan Ada Gelombang ke 3 Bisa Saja Terjadi Pada Awal Tahun 2022

Aksi Para Demonstran di Myanmar Berujung Korban Jiwa, 5 Orang di Laporkan Tewas di Tabrak Kendaraan Militer Myanmar

Pemerintah Korea Selatan Membentuk Tim Persiapan "Hidup Bersama Covid-19"